Oktober 30, 2009

Kenapa Harus Seragam?Beda boleh donk.

Hari ini saya menggunakan batik seragam fakultas tempat saya bernaung. Sebenarnya sih ini bukan baju baru, tapi karena merasa sebagian status sebagai mahasiswa, maka kemaren2 dia pun enggan makenya. Malulah kalo ketemu dosen pembimbing dengan setelan batik yang rapih dan anggun ini, sementara sang dosen cuma pake baju sederhana aja he he. Jadilah ini jumat pertama si saya pake batik.
Niat pake batik sih hanya karena merasa bertanggungjawab setelah dianugerahi batik sama fakultas, wajib dong menghargai pemberian dengan memakainya. Ada perasaan aneh ketika menjumpai teman2 dari jurusan yang lain memakai baju yang sama dengan yang saya pakai, secara belum semuanya saya kenal dengan baik he he. Perasaan seperti “eh dia pake baju yang sama!”. Padahal dulu rada ga PD pas d kantor ngeliat teman2 yang lain pada pake baju seragam sementara saya tidak.

Dan karena saya suka mikir hal yang remeh temeh bin ga penting, muncullah pertanyaan2, kenapa sih fakultas ini mengharuskan pegawainya pake batik tiap jumat? kl tujuannya utk melestarikan batik rasanya bukan jawaban yang tepat. Karena untuk tujuan ini, berarti semua pegawai bebas dong untuk memakai batik apapun, ga usah seragam.

Saya jadi teringat kalau dahulu selama 12 tahun, 6 kali seminggu, saya wajib menggunakan seragam sekolah. Durasi pemakaian seragam bertambah lama pada teman saya yang kuliah di tempat yang mengharuskan berseragam. Katanya sih tujuan seragam itu untuk menunjukkan identitas tempat anak yang menggunakan seragam itu bersekolah. Tujuan tambahan lainnya untuk mengurangi kesenjangan sosial, jadi anak orang kaya maupun anak orang miskin sama-sama menggunakan seragam. Alasan yang terkesan mengada-ngada, karena anak orang kaya dan anak orang miskin dapat segera terlihat berbeda dari merk sepatu, tas, aksesoris, dan peralatan sekolah yang dipakai. Ada yang pernah mencoba melanggar dengan tidak memakai seragam ketika sekolah? Walaupun saya tidak pernah mencobanya, tapi saya tahu ganjaran apa yang akan saya terima apabila nekat.

Ga harus sekolah aja pake seragam, pada perhelatan kerabat, bersama teman2 satu geng kerapkali kita memakai seragam, Saya mengambil kesimpulan bahwa orang Indonesia itu suka banget sama yang namanya seragam. Apakah dengan menggunakan seragam akan terlihat lebih bagus?

Penyeragaman pakaian memang tampak sebagai sesuatu yang remeh temeh, tapi menurut saya inilah akar racun yang menyebabkan kebanyakan orang berpikir bahwa segala sesuatu harus seragam. Bukan hanya baju tapi juga cara berpikir, berpendapat, agama dan lain sebagainya harus seragam. Sehingga kita sulit menerima perbedaan orang, dan orang yang berbeda pun menjadi ga PD dengan keadaan dirinya. Kalau di komunitas kita kebanyakan adalah kulit putih, maka teman yang berkulit hitam akan menjadi bulan-bulanan. Kalau sekarang tren rambut wanita berponi, maka seluruh wanita Indonesia berbondong-bondong membuat poni di salon. Kalau ga ikut berponi rasanya ga PD. Kalau ada seseorang yang dandanannya ga seperti tren yang sedang berlangsung (gaya jadul) maka dengan mudah orang2 mentertawakannya. Kalau ada seseorang yang menganut agama minoritas berada di sekeliling orang yang menganut agama mayoritas, maka dia pun akan sangat sangat malu mengakui identitasnya sebagai penganut agama minoritas. Contoh-contoh di atas masih merupakan contoh yang bebannya ringan. Yang paling terasa berat adalah apabila kita tidak bisa menerima perbedaan pendapat. Kerapkali saya berbeda pendapat dengan orang-orang di sekeliling saya. Dan menjadi berbeda itu sulit. Kerapkali saya terpaksa mengalah menyeragamkan pendapat hanya demi alasan menjaga perdamaian dunia he he. Dan kalaupun saya tetap dengan pendirian saya, bukan karena saya keras kepala atau tidak bisa diajari, tapi karena saya tahu betul apa yang harus saya lakukan.

Saya berbeda dengan kamu, kamu dan kamu, dan saya bangga karenanya.

Didedikasikan untuk keluarga khususnya Bapak yang selalu berbeda pendapat dengan saya.

Oktober 15, 2009

Rasanya seperti mimpi…..

Ada waktu untuk berduka
dan ada waktu tuk tertawa
untuk segala sesuatunya
ada waktunya..

Ada waktu untuk merombak
dan ada waktu tuk membangun
Kau jadikan semuanya indah
pada waktunya…

Walau kini ku menabur benih
sambil mencucurkan
air mata ku percaya
suatu saat ku akan menuai berkasnya
sambil bersorak sorai

Bisa menyelesaikan S2 rasanya seperti mimpi, mengingat bagaimana perjuangan yang melelahkan selama lebih dari 2 tahun.  Saya menikah tahun 2007 silam. Beberapa bulan setelah itu, suami menyuruh saya segera mendaftarkan ke program pascasarjana ITB, rupanya dia masih mengingat cita-cita saya.  Kondisi kami saat itu sebenarnya tidak punya uang berlebih, bayangkan saja, apa sih yang dimiliki pasangan muda yang baru menggelar perhelatan pernikahan dan memulai rumah baru?Suami bekerja banting  tulang hanya untuk membiayai biaya kuliah saya.  Beruntung saya mendapatkan kerja paruh waktu, sehingga sambil kuliah masih bisa mendapatkan uang tambahan. Menginjak semester ketiga, kontrak kerja suami habis, sempat nganggur 2 bulan.  Padahal biaya SPP semester 3 harus segera dibayar.   Cari kerja kesana kemari ga dapat yang cocok, akhirnya dengan terpaksa dia berangkat kerja ke Papua.  Sungguh berat berpisah selama beberapa bulan, saya pernah putus asa dan berpikir agar tidak usah lanjutkan sekolah supaya bisa berkumpul dengan suami.  Setelah 6 bulan kerja di Papua akhirnya kami bisa kumpul lagi, beruntung segera setelah itu dia dapat pekerjaan baru dengan pendapatan  yang lebih besar lagi.

Masalah-masalah dalam penelitian pun lumayan banyak, mencari inhibitor enzim susahnya setengah mati, teman-teman di Singapur, London, Jerman, Amrik semua dikerahkan untuk mencari, tapi hasilnya nihil.  Akhirnya proposal penelitian sedikit diubah, ga pake inhibitor enzim, tapi pake elisitor jamur.  Padahal saya benci setengah mati sama pekerjaan yang menyangkut mikroba!!  Pernah ga berpikir jernih gara2 ada masalah keluarga, ga bisa konsen ngurus penelitian. Akhirnya penelitian pun melenceng lagi dari rencana semula.  Dua hari sebelum seminar, saya baru dapat data.  Beruntung dosen pembimbing selalu memacu untuk tidak menyerah.  Sehari sebelum seminar saya baru mengumpulkan draft seminar.  Ah dari jaman S1 saya memang begini, deadliner.  Persiapan seadanya, menjawab pun seadanya, heran juga kenapa bisa dapat A.  Dan sebulan setelah itu, saya masih menyesali hasil penelitian yang tidak sesuai dengan rencana awal.  Karena saya bukan hanya mengejar nilai, saya ingin publikasi di artikel ilmiah.  Semoga masih ada kesempatan menuju kesana.

Hari-hari menjelang sidang, beberapa kerabat yang pernah membuat saya tidak berpikir jernih menanyakan kapan jadwal sidang.  Ingin marah rasanya, untuk apa menanyakan jadwal sidang? Apakah dengan mengetahuinya kalian akan membantu saya? Di hari yang lalu ketika saya butuh konsentrasi kalian malah membebani saya dengan masalah2 ga penting yang seharusnya bisa ditunda hingga saya lulus.  Sidang hanyalah langkah terakhir saya untuk mencapai gelar M.Si.  Kemana kalian di waktu-waktu yang lalu ketika langkah saya sangatlah berat dan  butuh uluran tangan kalian?  Lalu sekarang kalian marah karena saya tidak menyertakan kalian ikut ambil bagian dalam berita gembira ini.  Lucu!!

Seperti mimpi rasanya ketika sidang Yudisium menyatakan saya lulus.  Ternyata kami mampu melewati hari-hari yang penuh cucuran airmata.  Syukur kepada Sang Pencipta yang selalu memberikan berkat, sehingga kami tetap berkecukupan dan mampu membiayai kuliah.  Bersyukur serta berterimakasih kepada teman-teman, keluarga, para staf pengajar yang telah banyak berperan baik dalam proses menyelesaikan kuliah maupun penelitian.

Slide3

Agustus 28, 2009

Saat Diam

Saat aku berdiam diri

Aku tahu Tuhanku tidak akan tinggal diam

Dialah yang  akan membalaskan semua perbuatan baikmu maupun kejahatanmu padaku

Agustus 21, 2009

Pinky shoes

Cuma mw pamer sepatu pink yg lucu
new shoes
Lucu kan? he he

Agustus 6, 2009

It’s not easy, to be, me…

Asa ini sudah hampir putus, kesabaran ini hampir habis.  Berapa banyak lagi cobaan, permasalahan yang sangat2 ga penting ini? tolong buat salah satu usaha ini berhasil, tolong buat aku merasa menjadi wanita sukses yang berharga. Tolonglah…..tolong….make it easy please.

Juli 27, 2009

Membulatkan hati

Hari ini, gw membulatkan hati untuk menyelesaikan TA bulan ini juga, minggu ini juga bahkan kalo perlu detik ini juga. Pokoknya harus selesai!!

Juli 21, 2009

My great and lovely long weekend

Liburan kemaren,,,,,setelah cuaapek mengikuti prosesi adat pesta pernikahan Abangku yang puanjang bgt dan nyaris  ga selesai-selesai, kami membayarnya dengan liburan ke Garut.  Iya donk, setelah capek menjadi putri ayu Boru ni Raja ^-^ yang pake kebaya dan kain songket, lengkap dengan sanggul dan selop dari jam 6 pagi sampe jam 7 malem….gw butuh ruang kebebasan untuk melonggarkan otot-otot yang sesak terhimpit kain yang mengikat badan. Urat saraf yang tegang juga  butuh refresh nih,,,,pengen teriak sekenceng-kencengnya setelah bosan jadi putri manis ayu dan rupawan yang menyiksa…..kebayang ga pk kain songket seharian,kaki ga bebas bwt jalan atau bergerak, gerah lagi.  Sanggul yang simple sekalipun, tetep bikin leher pegel, karena ga bisa nyenderin kepala…gara2 takut rambut rusak berantakan…huuuhhh.  Udah gitu gw harus duduk diam jadi anak yang manis, nunggu dipanggil bwt nortor, atau ngasih amplop, atau dikasih Ulos…dipikir-pikir, orang Barat emang Te O Pe deh soal kepraktisan.  Dulu waktu gw nikah pake gaun pengantin ala Cinderela,,,,yang dipake trus tinggal tarik resleting slurrttt,,,selesai. Sementara pake kain songket dan kebaya….mmmm ribet melilit kainnya jadi rapih,,,,,

Acara abangku baru selesai jam 09.30 malem, so…pulang ke rumah juga udah lumayan malam.  Bahkan jam 12 masih blum bisa tidur, krn saking capeknya.  Tapi dipaksain tidur, supaya besok pagi udah fresh …kan mw ke Garut…

Paginya baru bangun jam stgh 7. Mandi dan sarapan bentar, lsg jemput kakak-kakak ipar yang super heboh tea.  Meluncurlah kami ke Garut, tepatnya ke waterboom Sabda Alam.

Sebenarnya agak males juga pergi ke Garut, secara gw lg M donk,,,,mana bisa berenang.  Padahal seminggu sebelumnya gw+suami heboh ngajak2 yang lain.  Udah ngebayangin bakal enak2 berendem di bawah ember tumpah,,,eh malah dateng bulan….Tp krn udah janji dan kebetulan suami Ku jadi tim sukses,,,ya sudahlah tetep jadi pergi.  Walo sepanjang jalan udah ngebayangin bakal manyun aj di WaterBoom.  Paling2 ntar gw disuruh jaga barang + makan2 aj he he….

Tp ternyata walopun lg ga bs berendam, gw tetep bs nikmatin liburan tuh.  Di tengah waterBoom itu ada jembatan gantung, yg terbuat dari bambu-bambu yang dianyam, dan seutas tali di kedua sisi yang menjadi penopang jembatan itu merangkap jadi pegangan orang yg nyebrang.  Lumayan deg-degan juga naik jembatan itu, soalnya jembatannya goyang-goyang,,,,dan kalau keseimbangan kita kurang, bisa-bisa jatuh kecebur ke tengah kolam.  Pertama kali naik jembatan gw takut bgt, takut jatuh kecemplung ^_^  tapi daripada manyun di bawah nonton org2 berenang, mending gw maen donk….setelah nyampe di seberang, jadi ketagihan pengen naik lagi, malah pengen lari2 di tengah jembatan,,,,kecebur kecebur deh he he……Jadi setelah itu gw beberapa kali bolak balik melintasi jembatan gantung.

Selain itu, di Waterboom Sabda Alam ini juga menyediakan permainan Flying Fox, lumayan murah loh harga sekali maen, cuma 10 rb aj, kalo hr biasa malah lebih murah lagi, cuma 5 rb aj.  Sebagai perbandingan,  di salah satu Hotel Bintang 5 di Bandung permainan ini harus bayar 25 rb.

Ini pertama kali gw maen flying fox.  Dulu nyaris mau naek pas di hotel *5 di Bandung.  Tp berhubung yang terbang lewat anak kecil mlulu, dan tali nya juga ga tinggi2 amat. Gw pun malu dan mengurungkan niat utk terbang bersama flying fox.  Di Sabda Alam juga kebanyakan yang maen anak kecil.  Tp krn di luar kota, dan kemungkinan sama pengunjung yang lain ga akan kenal dan ga akan ketemu lagi, jadi gw mau-mau aja terbang dengan flying fox.   Tapi emang sebenarnya di tiket yang tercantum flying fox ini khusus permainan orang dewasa loh…

Pas lagi siap-siap gw banyak tanya ini itu, hanya untuk meyakinkan bahwa tali pengamannya kuat untuk bobot tubuh org dewasa seperti gw.  Sebelum terbang meluncur, gw diiket dengan tali pengaman.  Kedua tangan berpegangan ke tali,,,,trus kaki agak jongkok.  Petugas kemudian mendorong gw, dan wuuuuussssssss jadilah gw terbang meluncur.  Pemandangan di bawah lumayan bagus….. kolam renang juga sih.  Sesampainya di seberang, udah ada petugas yang membantu ketika gw mendarat.  Asyik juga rasanya terbang…badan ringan karena telah menyalurkan adrenalin, jadi ketagihan nih.  Dan kemudian gw kembali mengantri lagi,,,,untuk mengulang sensasi yang gw rasain waktu terbang pertama, mumpung cuma 10 rb.

Pulang dari Sabda Alam, sempetin dulu minum Es Goyobod yang pernah dibilang mak nyus sama Pak Bondan.  Letaknya ga terlalu jauh loh dari waterboom Sabda Alam.  Dan setelah diicip, emang maknyus……seger bgt….Ga lupa juga beli dodol bwt oleh-oleh, sekedar  penganan ketika cerita pengalaman ke tetangga maupun teman,,,he he.

Juli 14, 2009

Jamur oh JAmur

Hari ini, gw back to lab, ngerjain TA yang tertunda krn banyaknya urusan kerjaan maupun keluarga yg menyita perhatian.

Dimulai dengan membuat media MS, yg sudah puluhan kali gw lakukan sejak 2004, jd harusnya bikin media itu bisa dikerjain sambil merem, he he….

Yang bikin berbeda adalah si Media MS ini mau dicampur elisitor Colletotrichum gloeosporioides, sejenis jamur yang susah bgt dicari di pulau Jawa ini sigh….

Karena mw dijadiin elisitor, jamur harus dimatikan dulu, baru bisa ditambahkan ke media MS. Cara matiiinnya gimana? ya diautoklaf, tapi berhubung si jamur setelah diautoklaf masih harus dikeringkan untuk menghilangkan air dan ditimbang agar didapatkan elisitor pada jumlah yang diinginkan, prosedur ini gw lewatkan. Soalnya ga mungkin….eh agak susah kalau harus menimbang apalagi mengeringkan dalam kondisi steril. Akhirnya yang akan gw lakukan adalah menghancurkan jamur terlebih dahulu, mengeringkan, menimbang, memasukkannya pada media MS, baru disterilisasi dengan autoklaf.

Tempo hari gw pernah mengeringkan jamur dengan freeze dryer baru kemudian digerus. Namun ternyata cara ini tidak bisa membuat sel-sel jamur tergerus hancur dan homogen. Setelah itu  gw coba panaskan bersama dengan air, ternyata sel-sel yang sudah kering dan menciut kembali mengembang membentuk bulat-bulat seperti ketika jamur tersebut masih diinkubasi.

Belajar dari pengalaman tempo hari  sekarang gw  mengubah prosedur kerja. Karena Jamur hanya bisa hancur lebur oleh pemanasan yang tinggi pada saat diautoklaf, saya meniru konsep ini.  Jamur dipanaskan di atas penangas, beberapa saat kemudian, air dan jamur mendidih…..gw pikir dengan sedikit pengadukan, jamur akan hancur lebur….tp tetewwww ternyata si jamur tetap dalam wujud asli,,,,,bulet-bulet sukro…..ga rusak sedikit pun….wadoohhh……Gimana dong….
Ide lainnya…Trus jamur gw gerus deh dengan pestel dan mortar. Permukaan jamur yang licin, bikin dia loncat2 di mortar tapi tetep aja ga bisa hancur,,,,aaaaaaaaahhhhh…

Untungnya mata ini menangkap ada saringan kawat kassa tergeletak di atas meja …..muncullah ide untuk menyaring jamur…..horee!!!,,,,walau agak susah krn licin, jamur bisa disaring. Sel-sel yang keluar dari saringan lumayan hancur dan homogen. Wuiiihhh, akhirnya bisa juga. Sekarang tinggal dikeringin pake freeze dryer trus ditimbang, masukin ke media MS,,,,diautoklaf,,,,dan selesai.

Walaupun agak kesal krn sulit menghancurkan jamur, yang artinya menghabiskan banyak waktu, yang artinya membuat gw terlambat ke tempat kerja.  Tapi satu sisi gw mendapat pelajaran betapa kuatnya jamur bertahan hidup, tidak mudah rusak atau hancur oleh pemanasan maupun perlakuan fisik lainnya, padahal secara fisik jamur terkesan kecil dan rapuh, entenglah pokonya (jamur ini bentuknya buat-bulat kyk sukro, kalau dipegang kenyal seperti agar). Mungkin manusia harus belajar dr jamur, walau dibanting oleh berbagai persoalan, ditempa oleh beban hidup yg berat,,,,manusia tetap berdiri teguh tidak goyah.  Ayo, jangan kalah sama jamur donk…..!!

Maret 18, 2009

Our 2nd Wedding Anniversary

Mengenang, momen2 spesial 2 tahun yang lalu, membuat aku merasa bahagia sekaligus terharu. 15 Maret 2007, aku dan abang sah menjadi suami istri. Baru 2 tahun bahtera rumah tangga kami berjalan, sudah banyak hal yang kami lalui, suka, duka, problema, pertengkaran, hingga romantisme yang semakin hari semakin dalam.

Mengingat-ingat cerita cinta kami dari mulai perkenalan hingga jadian lalu menikah, aku mengambl kesimpulan, bahwa cerita cinta kami sangat unik. Biasanya, kisah cinta diawali dengan rasa kagum akan kelebihan lawan jenisnya, baik itu kecantikan, ketampanan maupun prestasi. Berbeda halnya dengan kisah cinta kami yang digambarkan dengan peribahasa Jawa “Witing tresno jalaran soko kulino” Ketika masih pacaran, seringkali aku berpikir, kenapa ya  mau pacaran sama dia? Apa sih sebenarnya keistimewaan dia, hingga aku jatuh hati? Kami tidak pernah mengagumi satu sama lain, yang ada hanyalah perasaan nyaman dan senang ketika sedang bersama-sama.

Kata orang-orang , cinta hanya ada ketika pacaran saja, setelah menikah, perasaan cinta itu akan berangsur-angsur lenyap, hingga yang tertinggal hanyalah komitmen menjalani hidup berdua. Namun aku bersyukur, bahwa sampai sekarang, anggapan orang-orang tidak berlaku pada pernikahan kami. Semakin hari, semakin aku merasakan cinta yang tulus dan besar darinya. Dan semakin hari, aku semakin mengagumi suami sendiri, perasaan yang tidak ada ketika kami pacaran dulu.

Akhir kata, aku mau ngucapin : “Happy 2nd anniversary Bang, makasih untuk kado, kue tart dan makan malam spesial. I Love You.”

img_0837
Tart Anniversary

Sebuah lagu spesial untuk Abang Lintong tercinta

Share my life, take me for what I am
Coz I’ll never change all my colours for you
Take my love, I’ll never ask for too much
Just all that you are and everything that you do
I don’t really need to look very much further
I don’t want to have to go where you don’t follow
I won’t hold it back again, this passion inside
Can’t run from myself
There’s nowhere to hide

Well,don’t make me close one more door
I don’t wanna hurt anymore
Stay in my arms if you dare
Or must I imagine you there
Don’t walk away from me…
I have nothing, nothing, nothing
If I don’t have you, you, you, you, you…

You see through, right to the heart of me
You break down my walls with the strength of your love mmmmm…
I never knew love like I’ve known it with you
Will a memory survive, one I can hold on to

I don’t really need to look very much further
I don’t want to have to go where you don’t follow
I won’t hold it back again, this passion inside
I can’t run from myself
There’s nowhere to hide
Your love I’ll remember, forever

Don’t make me close one more door
I don’t wanna hurt anymore
Stay in my arms if you dare
Or must I imagine you there
Don’t walk away from me…
I have nothing, nothing, nothing…

Don’t make me close one more door
I don’t wanna hurt anymore
Stay in my arms if you dare
Or must I imagine you there
Don’t walk away from me no…
Don’t walk away from me
Don’t you dare walk away from me
I have nothing, nothing, nothing
If I don’t have you, you
If I don’t have you

Februari 27, 2009

Lirih

Untuk orang-orang yang pernah kutinggalkan, mungkinkah kita bisa saling memiliki lagi???

Kini tlah ku sadari
dirimu tlah jauh dari sisi
ku tahu tak mungkin kembali ku raih
semua hanya mimpi

Ingin ku coba lagi
mengulang yang telah terjadi
tetapi semua sudah tak berarti
kau telah pergi

300_149386

Adakah kau mengerti kasih
rindu hati ini tanpa kau di sisi
mungkinkah kau percaya kasih
bahwa diri ini ingin memiliki lagi

Ku sadari kembali
ternyata semua hanya lirih
kini ku tahu tak mungkin ada waktu
untuk mencintaimu lagi

Mungkinkah kau percaya kasih
bahwa diri ini ingin memiliki lagi

Mungkinkah kau percaya kasih
bahwa diri ini ingin memiliki lagi